Arde, Sistem Terpenting Instalasi Listrik

Siapa bilang instalasi listrik hanya seputar menyambungkan kabel ke arus listrik untuk kemudian menyalakan berbagai macam alat dan benda. Banyak proses dan sistem yang harus dibuat agar dalam mengalirkan listrik tidak jadi masalah bagi lingkungan sekitar. Salah satunya adalah arde atau sistem grounding yang juga disebut dengan sistem pentanahan. Apakah Arde itu?

Arde merupakan sebuah sistem atau jalur yang dibuat untuk mengarahkan arus listrik sisa dari kabel yang terpasang ke dalam bumi. Pembuatannya menggunakan teknik tertentu agar tidak mengganggu makhluk hidup yang berada disekitarnya. Di Indonesia, Arde sudah menerapkan standar pembuatan skala internasional, yang sangat aman saat diaplikasikan di mana saja sesuai kebutuhan.

Apa Sih Fungsi Dari Arde?

Ada banyak fungsi dari sistem arde atau grounding yang diterapkan oleh kontraktor listrik di dunia kelistrikan. Baik itu untuk keselamatan, mengantisipasi kerusakan, menangkal petir, pelindung alat elektronik.

  • Keselamatan

Dengan menciptakan sistem Arde pada instalasi listrik yang tepat, kelebihan arus listrik bisa dialihkan langsung ke dalam bumi melalui kabel khusus. Untuk sistem listrik rumah, kebocoran listrik akibat konsleting tidak akan dirasakan siapapun pada radius tertentu dari pusat instalasi, karena bumi sudah menampungnya melalui penghantar melalui sistem Arde.

Begitu juga untuk grounding yang dibuat kontraktor listrik pada pemasangan tiang litrik untuk penerangan umum. Sistem tersebut juga akan langsung mengalirkan listrik berlebih akibat kebocoran pada kabel ke bumi.

  • Mengantisipasi kerusakan

Penggunaan sistem Arde untuk dunia elektronika difungsikan sebagai langkah mengurangi kecacatan atau kerusakan yang bisa saja diakibatkan oleh aliran daya yang tidak tepat pada sirkulasi listrik utama, atau penggunaan komponen listrik yang tidak berkualitas. Karena Arde akan meredam dan mengalihkannya agar sistem utama dan rangkaiannya tidak rusak.

  • Penangkal petir

Arde yang digunakan untuk menangkal petir memang berfungsi untuk mengantisipasi bahaya arus dari petir yang memiliki kekuatan besar. Sistem ini langsung menghanyarkan arus kuat tersebut ke dalam bumi. Biasanya sistem ini tidak disatukan dengan sistem grounding instalasi listrik lainnya. biasanya lokasinya diberikan jarak 10 meter ke atas.

  • Pelindung

Untuk alat elektronik, sistem Arde digunakan sebagai pelindung jika terjadi kebocoran arus yang biasanya disebabkan gagalnya penyaluran listrik pada salah satu cabang perangkat internal elektronik tersebut. Sistem dibuat dengan menggunakan kabel berwarna hijau atau hijau kuning sesuai dengan aturan yang berlaku.

Bagaimana Cara Memasang Arde?

Pemasangan sistem Arde berbeda sesuai dengan peruntukkannya. Jika digunakan untuk instalasi listrik umum, biasanya sudah dihubungkan dengan sistem listrik yang dibangun oleh PLN. Kemudian dibuat juga pipa yang ditanam di dalam tanah sebagai media pengantar arus berlebih dari permukaan ke dalam bumi.

Sedangkan untuk sistem Arde yang digunakan untuk listrik rumahan, biasanya setelah petugas PLN membangun sistem KWH, kontraktor listrik tinggal menghubungkan kabel sistem Arde yang sudah ada di dalam tanah ke sistem KWH rumah tersebut. Bagaimana dengan Arde alat elektronik? Akan dipasang pada bagian stop kontak, sebagai penghantar arus berlebih agar tidak terjadi konsleting listrik.

Demikianlah informasi seputar sistem Arde yang terpadu dalam sistem instalasi listrik. Kamu bisa memastikan rumahmu sudah menggunakan sistem ini atau belum dengan meminta tenaga ahli melakukan pengecekan. Jika belum, segera lakukan untuk menghindari bahaya yang mengancam dari aliran listrik berlebih atau konsleting listrik. Kamu tidak mau tersengat listrik kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Posted by: Superhero on Category: Kelistrikan